Selasa, 21 Oktober 2014

Diagram Entity Relationship (ER)

Pada posting kali ini saya akan membahas tentang Diagram Entity Relationship atau lebih dikenal tentang Entity relationship Diagram (ERD). Arti dari Entity Relationship itu sendiri yaitu suatu cara menggambarkan atau membuat suatu data secara konseptual (conceptual) dalam memrancang atau membuat basis data. 

Sedangkan Model Entity Relationship (Model ER) yaitu  suatu model data yang sering digunakan atau terkenal di kalangan para pendesain atau pembuat database.  Dan data model itu sendiri yaitu representasi abstrak dari data tentang entitas, kejadian, aktifitas dan asosiasinya dalam suatu proses organisasi. Para pendesain membuat atau merancang pemodelan data yaitu untuk mengubah data dan menjadikan data mudah dimengerti serta efektif dan efisien sehingga nantinya dapat bermanfaat, sehingga kita sebagai perancang mudah dalam membuat dan memanipulasi database.
Data model dikelompokkan menjadi dua yaitu :
a.      Conceptual (High Level) Data Model
Conceptual Data Model yaitu konsep yang berhubungan dengan pandangan user (pengguna database) terhadap data
b.      Physical (Low Level) Data Model.
Physical Data Model yaitu konsep yang menjelaskan bagaimana data disimpan di dalam komputer secara rinci.

Model Entity Relationship
Pertama saya di sini akan menjelaskan sejarahnya Model Entity Relationship hehe^_^. Pada tahun 1976, Model Entity Relationship ditemukan oleh P.P. Chen, akan tetapi model ini sudah  sering tidak digunakan lagi. Dalam masalah implementasi Model ER masih efektif untuk  memproyeksikan keinginan dari pemakai atau pengguna (user) sebab Model ER terdapat beberapa objek dasar atau entitas dan relasi antar entitas yang dinamakan relationship.

Kardinalitas Relasi                                                                                                               
Kardinalitas Relasi atau Cardinality Ratio Constraint yaitu jumlah maksimum entitas relasi atau dapat berhubungan atau keterkaitan dengan entitas pada himpunan entitas lain. Kardinalitas relasi juga disebut dengan pasangan nomor pada tiap entitas. Untuk nomor pertama kardinalitas minimum sedangkan nomor kedua adalah kardinalitas maksimum.
Kardinalitas relasi mempunyai beberapa macam, yaitu :
1.    Hubungan 1 : 1 (One to One)
Hubungan 1 : 1 (One to Oneadalah suatu entitas yang ada atau terdapat pada suatu himpunan contoh himpunan PRIA ber-relasi atau berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan WANITA, dan entitas pada himpunan WANITA ber-relasi atau berhubungan dengan paling banyak satu entitas di himpunan PRIA. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :

2.    Hubungan 1 : N (One to Many/Many to One Relationship)
Hubungan 1 : N (One to Many Relationship) adalah suatu entitas yang ada atau terdapat pada suatu himpunan contoh himpunan PRIA ber-relasi atau berhubungan dengan beberapa entitas pada himpunan WANITA, tetapi entitas yang terdapat pada himpunan WANITA hanya dapat ber-relasi atau berhubungan dengan hanya satu entitas di himpunan PRIA sedangkan untuk Hubungan N : 1 (Many to One Relationship) adalah sebalikanya. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :
    
3.    Hubungan M : N (Many to Many Relationship)
Hubungan M : N (Many to Many Relationship) adalah suatu entitas yang ada atau terdapat pada suatu himpunan contoh PRIA ber-relasi atau berhubungan dengan banyak entitas yang terdapat pada himpunan WANITA, dan sebaliknya suatu entitas yang terdapat pada himpunan WANITA dapat ber-relasi atau berhubungan dengan banyak entitas yang terdapat pada himpunan PRIA. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :

 
Entity Relationship (ER) Diagram
Entity Relationship Diagram merupakan model di dagram dan struktur logik. Pada ER diagram ini terdapat beberapa entitas, atribut dan relasi. Diagram ER juga menafsirkan hubungan atau relasi dari beberapa entitas yang digambarkan berupa grafik secara keseluruhannnya sehingga membentuk diagram.
Terdapat berbagai simbol Diagram ER, yaitu :

1.           Entity atau Entitas
Entitas/Entity adalah objek yang ada atau sesuatu yang dibedakan dari objek lain. Informasi yang berkaitan dengannya dikumpulkan.  Entity set (Himpunan entitas) yaitu kumpulan dari entity yang sejenis, seperti mahasiswa, proyek, kendaraan, pegawai dan lainya.

1.        Link atau Garis

Link atau garis untuk penghubung antara himpunan relasi dengan entitasnya dan himpunan entitas dengan atributnya.

3.          Relationship atau Relasi
Relationship adalah relasi atau hubungan antara satu atau lebih antar entitas.  Seperti contoh mengajar, meminjam, membeli, bekerja, megajar san lainnya. Relationship tidak menyangkut dengan dengan fisik kecuali memang dari hubungan antar entitas itu.

4.        Attribute atau Atribut 
Sifat dari entity atau relationship sebagai penjelasan tentang entity atau relationship tersebut.  Pada pembahasaan ini saya akan membahas ini dulu hehe^_^. Nilai atribut atau Attribute Value yaitu informasi atau data  tertentu yang tersimpan di setiap attribut dalam suatu entitas atau relationship (Nonkey attribute).  Identifier (key) untuk menggambarkan suatu entity secara unik.  Descriptor (nonkey attribute) digunakan untuk menjelaskan sifat dari suatu entitas yang yang berbeda dengan identifier (key). Jenis Atribut ada enam yaitu :

  •       Nilai Atribut
Nilai atribut yaitu informasi atau data pada suatu atribut di dalam suatu entitas atau relationship

  •       Key
Key yaitu atribut yang dipakai untuk menghasilkan suatu entitas atau entity secara unik

  •       Atribut Simple
Atribut yang bernilai tunggal

Contoh :


  •       Atribut Multivalued
Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instant Entitas

Contoh :

  •       Attribut Komposit
Atribut Komposit adalah atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil dan mempunyai makna tertentu.
Contoh:

  •       Atribut Derivatif
Atribut Dervatif merupakan atribut dari hasil atribut yang lain.
Contoh :

5.       Weak Entity atau Entitas Lemah





6.       Identifying relationship


                                                                          




Langkah-langkah dalam perancangan atau pembuatan Diagram ER, yaitu :
  1. Tentukan entitas-entitas yang diperlukan disesuaikan dengan permintaan pemakai
  2. Tentukan atribut-atribut yang diperlukan dari setiap entitas
  3. Tentukan atribut primary key dari setiap entitas
  4. Tentukan relasi atau relationship antar entitas-entitas
  5. Tentukan atribut-atribut yang diperlukan dari setiap relasi atau relationship jika ada
  6. Tentukan Cardinality ratio
  7. Tentukan Participation Constraints

Sebagai contohnya hubungan atau relasi antara himpunan entitas Mahasiswa dengan Mata Kuliah. Himpunan relasinya disebut dengan “Belajar”. Pada masalah ini, seorang mahasiswa dapat mengambil lebih dari satu mata kuliah. Setiap mata kuliah juga bisa diambil lebih dari satu mahasiswa.



1. Tentukan entitas-entitas yang diperlukan disesuaikan dengan permintaan pemakai, yaitu :
  entitas-entitas : Mahasiswa, Belajar, Matakuliah.
2. Tentukan atribut-atribut yang diperlukan dari setiap entitas
Entitas
Atribut
Mahasiswa
nama_mhs, alamat_mhs, tgl_lahir
Mata Kuliah
kode_matkul, nama_matkul, SKS, semester

3. Tentukan atribut primary key dari setiap entitas
Entitas
Atribut
Mahasiswa
NIM , nama_mhs, alamat_mhs, tgl_lahir
Mata Kuliah
Kode_matkul, namamatkul, SKS, semester


4.   Tentukan relasi atau relationship antar entitas-entitas
Entitas
Relationship
Entitas
Mahasiswa
Belajar
Mata Kuliah

5.   Tentukan atribut-atribut yang diperlukan dari setiap relasi atau relationship jika ada
Relationship
Atribut
Belajar
NIM , kode_matkul, nilai

6.   Tentukan Cardinality ratio
Entitas
Relationship
Entitas
Cardinalitas Rasio
Mahasiswa
Belajar
Mata Kuliah
N : M

7.   Tentukan Participation Constraints
Setiap mahasiswa harus selalu belajar (mengambil) tiap Mata Kuliah dan setiap Mahasiswa dapat belajar (mengambil) beberapa Mata Kuliah. Setiap Mata Kuliah harus dipelajari (diambil) oleh tiap Mahasiswa dan setiap Mata Kuliah dapat dipelajari (diambil) oleh beberapa Mahasiswa, sehingga Mahasiswa memiliki total participation terhadap relationshipnya dengan entitas Mata Kuliah.
Demikianlah posting blog saya kali ini tentang Entity Relationship (ER) Diagram, semoga dapat bermanfaat sekaligus bermanfaat buat saudara-saudara semua. Amin. Akhir kata walaikum salam wr. wb.

NORMALISASI DATA BASE 1NF,2NF,DAN 3NF (Registrasi Penginapan Hotel)

Pada Kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai Normalisasi DataBase 1NF,2NF,dan 3NF,pertama-tama dimulai dari apasih itu pengertian Normalisasi ???

Jadi Normalisasi adalah suatu proses mendesain struktur Database sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan sehingga bisa menghasilkan sebuah table yang normal

Adapun Tujuan Dari Normalisasi Adalah

- Untuk menghilangkan kerangkapan data/ redudansi.
- Untuk mengurangi kompleksitas
- Untuk mempermudah pemodifikasian data
- Untuk menghilangkan anomali data

Nah,setelah mengetahui tujuan dan peenjelasan mengenai normalisasi,sekarang saya akan memberikan contoh dari penormalisasian sebuah table

Contoh yang akan saya gunakan adalah sebuah table Registrasi Tamu di sebuah hotel

Tahapan Normalisaisi adalah
1 NF (Bentuk Normal Pertama ) Ciri-cirinya adalah Setiap data di bentuk dalam flat file dan Tidak ada set atribut yang berulang –ulang.


Membentuk tabel menjadi Un-Normalized, dengan mencantumkan semua field data yang ada. Membentuk Normal Kesatu (1 NF) dengan flat table memisahkan data pada field-field yang tepat bernilai atomik, dan melengkapi atribut/ field yg ada.bentuk Normal Kesatu ini mempunyai banyak

2 NF (Bentuk Normal Kedua)Sudah memenuhi Bentuk Normal Pertama ,Menentukan atribut kunci Utama/Primari key,Atribut bukan kunci bergantung secara fungsi pada Kunci Utama/Primari key.

Langkah selanjutnya adalah membuat data menjadi bentuk normal kedua (2NF), dengan menentukan Primary key. Dari table Registrasi tamu hotel Primary key(*)nya adalah :

* Kode_Kamar
* No_Registrasi
* ID_Penghuni

Setelah itu kita harus mengelompokan field non kunci dengan Primary key berdasarkan ketergantungan Fungsional sehingga sebagai berikut :




3 NF (Bentuk Normal ketiga ) Sudah memenuhi Bentuk Normal Kedua ,Tidak mempunyai field yang bengantung Transitif

Setelah membuat bentuk 1NF dan 2NF Selanjutnya adalah membentuk Normal ke Tiga (3NF) yakni dengan menghilangkan field yang bergantung Transitif dan membentuk relasi dengan dengan menentukan Foreign Key yaitu Kode_Kamar dan ID_Penghuni dan menambahkan Foreign Key(**) tersebut dalam Tabel Registrasi, sehingga menjadi seperti berikut:





Demikianlah postingan saya kali ini,semoga memberi manfaat untuk kita semua,terlepas banyaknya kesalahan mohon dimaafkan karena tidak ada manusia yang sempurna.Terima Kasih.


Database Management System

DBMS  adalah  sistem  perangkat  lunak  yang  memungkinkan  pengguna untuk mendefinisikan, membuat, memelihara, dan mengontrol akses ke database.

Fasilitas-fasilitas yang disediakan DBMS :

• Memungkinkan pengguna mendefinisikan database biasanya melalui DDL (Data Definition Language). DDL memungkinkan pengguna untuk menentukan tipe dan struktur data yang akan disimpan pada database.
• Memungkinkan pengguna untuk memasukkan, meng-update, menghapus, dan mengambil data dari database biasanya melalui DML (Data Manipulation Language).
• Menyediakan akses terkontrol ke database. Contohnya :


ƒSistem sekuriti, mencegah pengguna yang tidak memiliki hak untuk mengakses database. Sistem integrity, memelihara konsistensi dari data yang disimpan

ƒConcurrency control system, memungkinkan akses bersama database
Recovery control system, mengembalikan database ke keadaan sebelumnya yang masih konsisten ketika terjadi kerusakan perangkat keras atau perangkat lunak.
User-accessible catalog, berisi deskripsi dari data pada database.

Keuntungan dari DBMS :

Mengontrol duplikasi data
Database dapat mengurangi duplikasi data yang terjadi pada File-Based System. Tetapi tidak semua duplikasi data dapat dihilangkan, melainkan hanya dapat dikontrol. Hal ini dikarenakan terkadang duplikasi data tetap dibutuhkan untuk meningkatkan perfoma.

ƒData konsisten
Dengan menghilangkan atau mengontrol duplikasi data akan mengurangi resiko ketidakkonsistenan dari data yang mungkin terjadi.

Data yang sama memiliki lebih banyak informasi
Dengan adanya integrasi data operasional maka memungkinkan bagi sebuah organisasi mendapatkan informasi tambahan dari data yang sama.

Penggunaan data bersama-sama
Biasanya file dimiliki oleh seseorang atau departemen yang menggunakannya. Sebaliknya database dimiliki oleh organisasi secara keseluruhan dan dapat di-share kepada pengguna yang memiliki hak.

Integritas data telah dikembangkan
Integritas data memiliki arti dari konsisten dan keabsahan dari data yang disimpan. Integritas biasanya menegaskan arti dari constraint, yang merupakan aturan yang tidak dapat di langgar oleh pemakai database.

Keamanan telah dikembangkan
Keamanan database akan melindungi database dari pemakai yang tidak memiliki hak. Hal ini biasanya dilakukan dengan adanya nama pemakai dan password untuk mengidentifikasikan hak yang dimiliki oleh setiap pemakai.

Memiliki standar yang jelas
Integrasi memungkinkan Database Administrator (DBA) untuk mendefinisikan dan memberikan standar yang dibutuhkan, seperti format data untuk mendukung pertukaran data antar sistem, aturan penamaan, standar dokumentasi, prosedur update, dan cara atau hak pengaksesan.

Ekonomis
Dengan menggabungkan semua data operasional organisasi ke dalam satu database dan membuat beberapa aplikasi yang bekerja dengan menggunakan satu sumber data, ini dapat menghemat pengeluaran. Jadi dana yang di keluarkan akan labih kecil dari dana tiap bagian pada file based system bila digabungkan.

Konflik kebutuhan dapat diseimbangkan
Setiap pengguna atau departemen mempunyai suatu kebutuhan masing- masing, di mana kebutuhan tersebut dapat menimbulkan konflik dengan pengguna atau departemen yang lain. Dengan database berada di bawah

kendali dari DBA, maka DBA dapat membuat keputusan mengenai perancangan dan penggunaan operational dari database yang menyediakan penggunaan sumber daya database terbaik bagi organisasi.

ƒ Meningkatkan kemampuan akses dan respon data
Sebagai hasil integrasi, data umum dapat diakses secara langsung oleh pemakai. Hal ini menyediakan sistem yang memiliki lebih banyak fungsi.

ƒ Meningkatkan produktifitas
S menyediakan banyak fungsi standar yang biasanya harus dibuat oleh seorang programmer pada aplikasi berbasis file. Pada tingkat dasar DBMS menyediakan semua rutin low level untuk menangani file yang biasanya ada pada program aplikasi. Kegunaan dari fungsi ini adalah membuat seorang programmer dapat memusatkan perhatiannya hanya pada fungsi yang spesifik yang dibutuhkan oleh pengguna, tanpa perlu memikirkan detil dari implementasi low level-nya.

ƒ Mempermudah perawatan dengan menghilangkan ketergantungan data Dalam file-based system deskripsi dari data dan logika untuk pengaksesan data dibuat untuk tiap aplikasi, sehingga program sangat tergantung terhadap data. Sebuah perubahan terhadap struktur data tersebut, sebagai contoh variabel alamat yang sebelumnya dgn panjang 40 karakter ingin diubah menjadi 41 karakter, ini memerlukan perubahan yang banyak pada program yang terpengaruh efek dari perubahan tersebut. Sedangkan pada DBMS deskripsi data dan aplikasi terpisah, dengan cara demikian membuat aplikasi tidak terpengaruh terhadap perubahan dari deskripsi data.

ƒ Meningkatkan concurrency
Pada file-based system, jika dua atau lebih pengguna yang mengakses file yang sama secara bersamaan, akses itu bisa saling mempengaruhi, dan bahkan bisa membuat hilangnya informasi. Sedang DBMS dapat mengelola akses data secara bersamaan.

ƒ Meningkatkan kemampuan backup dan perbaikan
Pada file-based system, pengguna sendiri yang bertanggung jawab untuk melindungi data dari kegagalan sistem komputer atau program aplikasi. Hal tersebut membutuhkan kerja tambahan di mana pengguna harus melakukan backup data, dan apabila backup tersebut hilang, pengguna harus mengulang kembali peng-input-an data. Kebalikannya, DBMS modern menyediakan fasilitas untuk mengurangi jumlah proses yang harus dilakukan ketika terjadi kegagalan sistem tersebut.

Kekurangan dari DBMS :
ƒ Kompleksitas
Fungsionalitas yang diharapkan dari DBMS membuat DBMS menjadi software yang sangat kompleks. Pengguna DBMS harus memahami dengan baik setiap fungsi dari DBMS untuk mendapatkan keuntungan maksimum dari DBMS tersebut. Ketidakpahaman atas sistem dapat menyebabkan pengambilan keputusan perancangan yang buruk akan mengakibatkan dampak serius pada organisasi.

ƒ Ukuran
Kompleksitas dan fungsionalitas yang baik membuat DBMS menjadi sebuah software yang berukuran sangat besar dan membutuhkan disk space yang sangat besar serta jumlah memory yang besar agar dapat dijalankan seefisien mungkin.

ƒ Harga DBMS
Harga DBMS sangat bervariasi tergantung dari lingkungan dan fungsi yang disediakan termasuk biaya pemeliharaan.

ƒ Biaya perangkat keras tambahan
Kebutuhan disk storage untuk DBMS dan database menyebabkan kemungkinan untuk membeli storage tambahan. Selain itu, untuk mendapatkan perfoma yang diinginkan, dibutuhkan perangkat keras yang cepat dan baik tetapi mahal.

ƒ Biaya konversi
Pada beberapa situasi, biaya yang dibutuhkan untuk mengubah aplikasi agar dapat berjalan pada DBMS yang baru dapat jauh lebih mahal dari biaya perangkat keras tambahan. Biaya tersebut juga termasuk biaya pelatihan pegawai untuk menggunakan sistem yang baru, dan mungkin juga biaya pegawai spesialis untuk membantu konversi dan pelaksanaan sistem.

ƒ Perfoma
Biasanya file-based system ditulis untuk aplikasi khusus yang mengakibatkan perfoma secara umum sangat baik. Akan tetapi DBMS dibuat secara umum untuk dapat menjalankan berbagai aplikasi yang mengakibatkan beberapa aplikasi berjalan lebih lambat dari yang seharusnya.

ƒ Dampak yang besar akibat kegagalan
Pemusatan sumber daya menambah kerawanan pada sistem. Karena semua pemakai dan aplikasi tergantung pada DBMS, kegagalan pada satu bagian dapat mengakibatkan sistem terhenti.

Kamis, 23 Januari 2014

Ciptaan Allah yang luar biasa

Kekuasaan Allah Sang Maha Pencipta begitu tak tertandingi. Foto-foto berikut merupakan foto buatan yang menunjukkan janin 12 hewan di dalam rahim induk mereka (dan beberapa di dalam telur) yang benar-benar menakjubkan.
Produser Peter Chinn menggunakan kombinasi dimensional ultrasound scans, kamera kecil dan grafik komputer untuk membuat gambar-gambar embrionik 12 hewan yang masih berada di perut induk mereka untuk sebuah film dokumenter National Geographic yang ditayangkan beberapa tahun yang lalu.
MasyaAllah, foto-foto ini merupakan penggambaran yang relatif akurat yang menunjukkan kepada kita betapa luar biasa janin-janin makhluk ciptaan Allah di dalam rahim induk-induk mereka.
1. Gajah

2. Beruang Kutub


3. Ular


4. Lumba-Lumba


5. Kuskus

6. Hiu Macan


7. Macan Tutul


8. Pinguin


9. Chihuahua


10. Kelelawar (Ini adalah embrio yang telah dikeluarkan dari rahim dan diawetkan selama bertahun-tahun)


11. Hiu Lemon



12. Kuda


Senin, 13 Januari 2014

Inilah Manusia Terkotor di Dunia, Tak Pernah Mandi Selama 60 Tahun

Dalam kehidupan normal, rata-rata orang akan mandi dua kali sehari untuk membersihkan dan menyegarkan tubuh. Tapi seorang pria tua asal Iran bisa dibilang sebagai manusia terkotor di dunia. Betapa tidak, selama 60 tahun ia tidak pernah mandi sama sekali.

Pria tersebut dikenal dengan sebutan Amou Haji. Kakek berusia 80 tahun asal desa Dejgah, Iran, ini percaya bahwa kebersihan bisa membuat tubuhnya sakit. Itu sebabnya dia tidak pernah mandi dalam waktu 60 tahun terakhir.

Haji dipercaya sebagai manusia terkotor di dunia, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Kailash Singh (66), pria asal India yang tidak pernah mandi selama lebih dari 38 tahun, seperti dilansir Tehran Times, Senin (13/1/2014).

Haji benci kontak dengan air. Saran mandi saja dapat membuatnya sangat marah. Puluhan tahun tak pernah mandi tentu membuat warna kulit Haji hampir sama dengan warna tanah. Ia telah benar-benar berhasil berbaur dengan lingkungannya. Bahkan, ia sering disangka patung batu saat duduk diam.






Tak hanya benci mandi, ia juga jijik dengan makanan segar dan air minum yang bersih. Sebaliknya, ia lebih suka makan daging landak yang telah membusuk. Untuk tujuan kesehatan, Haji minum 5 liter air sehari, hanya saja meminumnya dengan menggunakan kaleng minyak berkarat.

Cara hidup Haji memang tergolong aneh. Ia suka mengisi pipa rokoknya dengan kotoran hewan sebagai ganti tembakau. Untuk memotong rambutnya, pria tua ini tidak pernah menggunakan gunting, melainkan membakar rambutnya sendiri. Ia juga sering menggunakan helm perang tua yang membuat kepalanya tetap hangat selama di musim dingin.

Haji tak memiliki rumah. Baginya, bumi adalah rumahnya. Dia tinggal di sebuah lubang di tanah, yang lebih mirip seperti kuburan, yang membuatnya membumi dan berhubungan dengan realitas kehidupan. Kadang-kadang dia tidur di sebuah gubuk bata terbuka yang dibangun penduduk desa karena kasihan dengannya. Secara lokal, dia dikenal dengan Amou Haji. 'Amou' adalah istilah Farsi untuk menyebut pria tua yang baik hati.

Gaya hidup Haji adalah pilihan yang sangat unik. Penduduk desa mengatakan bahwa ia telah mengalami kemunduran emosional berat di masa muda, yang menyebabkannya membuat pilihan-pilihan ekstrem.

sumber: detikcom

Jumat, 10 Januari 2014

Golden Sunrise Bukit Teletubies, Gunung Prau Dieng


Dataran tinggi Dieng memang tak diragukan lagi keindahannya. Dengan alamnya yang masih asri, kebanyakan para wisatawan memang mengejar sejuk dan segarnya udara Deng sebagai sajian spesial saat menghabiskan liburan.
Dataran tinggi Dieng menyimpan sejuta keindahan yang dapat dinikmati untuk melepas penat. Apalagi bagi pendaki gunung, menghilangkan penat berarti sama dengan mendaki gunung. Dieng sendiri memiliki tempat-tempat eksotis untuk memuaskan hobby mendaki anda. Kebanyakan para pendaki sangat terobsesi untuk mengejar moment sunrise di atas gunung. Salah satu spot yang paling dikenal adalah Bukit Sikunir. Tapi jangan salah, dengan luasnya area Dieng, anda bisa menemukan spot-spot menarik untuk mengejar Golden Sunrise khas Dieng Pleteau.
Gunung Prau Dieng, inilah salah satu spot yang harus anda kunjungi untuk mengejar golden sunrise khas Dieng. Terletak di perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dan Kendal, Jawa Tengah, Gunung Prau memiliki ketinggian 2565 mdpl. Dengan puncaknya yang unik seperti bukit pada film teletubies, tak heran banyak pendaki yang menyebut sebagai bukit teletubies. Rerumputan yang hijau dan subur, dengan kontur tanah yang agak landai, benar-benar seperti ada di dunia teletubies.
Dengan puncaknya yang landai dan berbukit seperti ini, banyak area datar yang bisa dijadikan tempat untuk mendirikan tenda.  Pada saat musim kemarau, bukit ini akan banyak ditumbuhi bunga-bunga putih yang kecil, indah sekali.
Dari atas gunung prau, para pendaki bisa melihat indahnya Dieng secara utuh dari kejauhan, kawah, candi-candi, bahkan jalan-jalan di Dieng dan juga tak ketinggalan, Gunung Sindoro, Sumbing, dan Merbabu. Puncak Prau sendiri bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar 3-4 jam perjalanan. Salah satu rute yang paling mudah untuk mencapai puncak Gunung Prau adalah dengan melalui rute dieng plateau, siti hinggil, bukit bucu, plintangan area, tower anjir, dan berakhir di padang rumput ( savana ) telaga wurung prau.